TRANSPLANTASI JANTUNG
Tanggal 3 Desember 1967, Dr. Christian Barnard melakukan transpalantasi
jantung pertama kali di dunia di rumah sakit Groote Schuur, Cape Town, Afrika
Selatan. Penerima transplantasi adalah Louis Washkansky (55), pendonornya
adalah seorang wanta muda Denise Darvall (24), yang tewas tertabrak mobil dan
menderita kerusakan otak. Sayang, Washkansky hanya hidup 18 hari setelah
operasi dan meninggal karena pneumonia. 9 Maret 1981 Prof. Brucereitz memimpin
operasi transplantasi di Universitas Stranford, Amerika Serikat. Setelah
operasi pasien bisa hidup selama 18 bulan. Konon, setelah pasien melakukan
mencangkokkan jantung, timbul sifat dan karakter baru yang mirip dengan si
pendonor. Setelah jantungnya dicangkok tiba-tiba dia jatuh cinta kepada istri
pendonornya dan kemudian menikahinya. Graham mati bunuh diri sendiri seperti
pendonornya. Willian Sheridan yang menjalani cangkok jantung dari seorang
pelukis yang meninggal akibat kecelakaan mobil, tiba-tiba dia menjadi pandai
melukis seperti sang pendonor. Rupanya ada hubungan antara jantung dengan
karakter seorangnya.
TRANSPLANTASI GINJAL
Ginjal merupakan jenis transplantasi yang paling banyak dilakukan.
Transplantasi ginjal pertama kali di dunia dilakukan oleh Dr. Joseph Muray di
rumah sakit Peter Bent Brigham, Boston, Amrik, pada 4 Maret 1954. Richard
Herrick penerima transplantasi, bisa hidup selama 8 tahun setelah operasi. Keuntungan
cangkok ginjal adalah pasien dapat melepaskan diri dari keharusan menjalani
cuci darah yang biayanya sangat mahal. Dengan cangkok ginjal pasien bisa hidup
seperti orang sehat. Di Indonesia, transplantasi ginjal pertama kali dilakukan
di RSCM pada 11 November 1977. Pasien ketiga yang melakukan transplantasi
ginjal pada tahun 1978 masih segar bugar hingga sekarang.
TRANSPLANTASI PARU-PARU
Transplantasi paru-paru pertama di dunia dilakukan pada 11 Juni 1963 oleh
Dr. James D. Haerdy dari Missisipi University. Pasien penerima transplantasi
hanya bertahan hidup 18 hari setelah operasi. Pendonor paru-paru masih langka.
Tercatat 237 penderita paru-paru di Amerika meninggal karena terlalu lama
menunggu datangnya donor. Salah satu usaha para ahli adalah menciptakan
paru-paru buatan. Ilmuan dari Meulborne St. Vincent’s Hospital melakukan
percobaan transplantasi paru-paru babi. Dengan menghilangkan Gal DNA (Gen yang
membuat organ babi tidak sesuai dengan darah manusia), paru-paru babi bisa
menggantikan paru-paru manusia. Ukuran organ tubuh babi hampir sama dengan
organ tubuh manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar