Selasa, 27 Maret 2012

-minipedia-


TRANSPLANTASI JANTUNG

Tanggal 3 Desember 1967, Dr. Christian Barnard melakukan transpalantasi jantung pertama kali di dunia di rumah sakit Groote Schuur, Cape Town, Afrika Selatan. Penerima transplantasi adalah Louis Washkansky (55), pendonornya adalah seorang wanta muda Denise Darvall (24), yang tewas tertabrak mobil dan menderita kerusakan otak. Sayang, Washkansky hanya hidup 18 hari setelah operasi dan meninggal karena pneumonia. 9 Maret 1981 Prof. Brucereitz memimpin operasi transplantasi di Universitas Stranford, Amerika Serikat. Setelah operasi pasien bisa hidup selama 18 bulan. Konon, setelah pasien melakukan mencangkokkan jantung, timbul sifat dan karakter baru yang mirip dengan si pendonor. Setelah jantungnya dicangkok tiba-tiba dia jatuh cinta kepada istri pendonornya dan kemudian menikahinya. Graham mati bunuh diri sendiri seperti pendonornya. Willian Sheridan yang menjalani cangkok jantung dari seorang pelukis yang meninggal akibat kecelakaan mobil, tiba-tiba dia menjadi pandai melukis seperti sang pendonor. Rupanya ada hubungan antara jantung dengan karakter seorangnya.

TRANSPLANTASI GINJAL

Ginjal merupakan jenis transplantasi yang paling banyak dilakukan. Transplantasi ginjal pertama kali di dunia dilakukan oleh Dr. Joseph Muray di rumah sakit Peter Bent Brigham, Boston, Amrik, pada 4 Maret 1954. Richard Herrick penerima transplantasi, bisa hidup selama 8 tahun setelah operasi. Keuntungan cangkok ginjal adalah pasien dapat melepaskan diri dari keharusan menjalani cuci darah yang biayanya sangat mahal. Dengan cangkok ginjal pasien bisa hidup seperti orang sehat. Di Indonesia, transplantasi ginjal pertama kali dilakukan di RSCM pada 11 November 1977. Pasien ketiga yang melakukan transplantasi ginjal pada tahun 1978 masih segar bugar hingga sekarang.

TRANSPLANTASI PARU-PARU

Transplantasi paru-paru pertama di dunia dilakukan pada 11 Juni 1963 oleh Dr. James D. Haerdy dari Missisipi University. Pasien penerima transplantasi hanya bertahan hidup 18 hari setelah operasi. Pendonor paru-paru masih langka. Tercatat 237 penderita paru-paru di Amerika meninggal karena terlalu lama menunggu datangnya donor. Salah satu usaha para ahli adalah menciptakan paru-paru buatan. Ilmuan dari Meulborne St. Vincent’s Hospital melakukan percobaan transplantasi paru-paru babi. Dengan menghilangkan Gal DNA (Gen yang membuat organ babi tidak sesuai dengan darah manusia), paru-paru babi bisa menggantikan paru-paru manusia. Ukuran organ tubuh babi hampir sama dengan organ tubuh manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar