Minggu, 07 Oktober 2012

Sejarah Patung Liberty - New York USA





Patung Liberty, kebanggaan dan simbol Kota New York, ternyata bukan dibuat di New York. Patung tersebut, yang ternyata di desain oleh pemahat Prancis, Frederic-Auguste Bartholdi pertama kali dibangun dan disusun di Prancis pada tahun 1874. Patung Dewi Kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke-100.

 

Setelah selesai dibuat di Prancis, patung tersebut dibongkar, dan dikemas dalam 200 muatan besar untuk dikirim ke Amerika. Patung Liberty selanjutnya disusun kembali di Bedloe’s Island di mulut pelabuhan Kota New York. Sedemikian lama proses pengepakan ini, hingga patung Liberty baru bisa diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886, sepuluh tahun setelah HUT kemerdekaan Amerika yang ke-100. Dengan tinggi 46 meter dan berat 204 ton, Patung Liberty berdiri diatas landasansetinggi 46 meter. Bagian dalamnya diisi oleh rangka baja, sementara bagianluarnya dibuat dari plat tembaga. Rangka baja patung Liberty, dibuat dan dirancang oleh Gustave Eiffel, orang yang juga merancang dan membangun Menara Eiffel.

 

Patung Liberty, kebanggaan dan simbol Amerika. Patung Liberty di desain oleh pemahat dari Prancis. Patung Dewi kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke 100 pada tahun 1876.

 

Patung Liberty sebagai simbol kebebasan pada sosok seorang perempuan mengenakan jubah yan berkibar dan mahkota lancip sambil membawa obor di tangan kanannya.

 

Pembentukan patung Liberty didasarkan pada kebebasan, hal ini menunjukkan bahwa salah satu nilai dari patung Liberty adalah Liberalisme. Liberalisme yang berarti bahwa kebebasan bangsa Amerika untuk memilih keyakinan dan kesejahteraan, seperti bebas dalam memilih agama, pendidikan, dan politik.

 

Patung Liberty juga menjadi simbol persahabatan antara Amerika dan Prancis.  Banyak orang Amerika mengambil patung Liberty sebagai salah satu semangat kebebasan. Tapi jika kita bisa melihat fakta sekarang, banyak orang menganggap bahwa orang Amerika tidak lagi konsisten dalam perjuangan untuk kebebasan atau kemerdekaan.

 

Nilai di Patung Liberty menjadi hilang. Keberadaan Amerika Serikat sebagai polisi dunia dikritik karena kebijakan luar negeri mereka. Amerika Serikat mencoba untuk mengontrol negara lain dan banyak orang berpikir bahwa hal itu bertentangan dengan kebebasan atau liberalisme. Amerika Serikat mengkhianati nilai kebebasan yang tercermin dalam Patung Liberty.

Dalam Patung Liberty, ada sebuah puisi yang ditulis oleh Emma Lazarus dengan judul “The New Colossus”, ini menceritakan tentang Amerika Serikat menjadi negara di mana semua orang bebas untuk mengekspresikan pendapat mereka, setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih agama mereka.

 

Di Amerika Serikat, para imigran dari negara lain dapat datang dengan bebas meskipun mereka memiliki perbedaan dalam bahasa, budaya, tetapi  mereka sama dalam mencapai satu mimpi, American Dream.

 

Puisi oleh Emma telah membuktikan bahwa patung Liberty dibangun berdasarkan nilai liberalisme dan berisi harapan dimana AS dapat terus berjuang untuk menegakkan kebebasan rakyatnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar