Patung
Liberty, kebanggaan dan simbol Kota New York, ternyata bukan dibuat di
New York. Patung tersebut, yang ternyata di desain oleh pemahat Prancis,
Frederic-Auguste Bartholdi pertama kali dibangun dan disusun di Prancis
pada tahun 1874. Patung Dewi Kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh
rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun
kemerdekaan Amerika yang ke-100.
Setelah selesai dibuat di Prancis,
patung tersebut dibongkar, dan dikemas dalam 200 muatan besar untuk
dikirim ke Amerika. Patung Liberty selanjutnya disusun kembali di
Bedloe’s Island di mulut pelabuhan Kota New York. Sedemikian lama proses
pengepakan ini, hingga patung Liberty baru bisa diresmikan pada tanggal
28 Oktober 1886, sepuluh tahun setelah HUT kemerdekaan Amerika yang
ke-100. Dengan tinggi 46 meter dan berat 204 ton, Patung Liberty berdiri
diatas landasansetinggi 46 meter. Bagian dalamnya diisi oleh rangka
baja, sementara bagianluarnya dibuat dari plat tembaga. Rangka baja
patung Liberty, dibuat dan dirancang oleh Gustave Eiffel, orang yang
juga merancang dan membangun Menara Eiffel.
Patung Liberty, kebanggaan dan simbol Amerika. Patung
Liberty di desain oleh pemahat dari Prancis. Patung Dewi kemerdekaan
tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika,
sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke 100 pada tahun
1876.
Patung Liberty sebagai simbol kebebasan pada sosok seorang perempuan
mengenakan jubah yan berkibar dan mahkota lancip sambil membawa obor di
tangan kanannya.
Pembentukan patung Liberty didasarkan pada kebebasan, hal ini
menunjukkan bahwa salah satu nilai dari patung Liberty adalah
Liberalisme. Liberalisme yang berarti bahwa kebebasan bangsa Amerika
untuk memilih keyakinan dan kesejahteraan, seperti bebas dalam memilih
agama, pendidikan, dan politik.
Patung Liberty juga menjadi simbol persahabatan antara Amerika dan
Prancis. Banyak orang Amerika mengambil patung Liberty sebagai salah
satu semangat kebebasan. Tapi jika kita bisa melihat fakta sekarang,
banyak orang menganggap bahwa orang Amerika tidak lagi konsisten dalam
perjuangan untuk kebebasan atau kemerdekaan.
Nilai di Patung Liberty menjadi hilang. Keberadaan Amerika Serikat
sebagai polisi dunia dikritik karena kebijakan luar negeri mereka.
Amerika Serikat mencoba untuk mengontrol negara lain dan banyak orang
berpikir bahwa hal itu bertentangan dengan kebebasan atau liberalisme.
Amerika Serikat mengkhianati nilai kebebasan yang tercermin dalam Patung
Liberty.
Dalam Patung Liberty, ada sebuah puisi yang ditulis oleh Emma Lazarus
dengan judul “The New Colossus”, ini menceritakan tentang Amerika
Serikat menjadi negara di mana semua orang bebas untuk mengekspresikan
pendapat mereka, setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih agama
mereka.
Di Amerika Serikat, para imigran dari negara lain dapat datang dengan
bebas meskipun mereka memiliki perbedaan dalam bahasa, budaya, tetapi
mereka sama dalam mencapai satu mimpi, American Dream.
Puisi oleh Emma telah membuktikan bahwa patung Liberty dibangun
berdasarkan nilai liberalisme dan berisi harapan dimana AS dapat terus
berjuang untuk menegakkan kebebasan rakyatnya.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar