Tidak butuh uang banyak untuk meraih kebahagian, tapi cukup dengan hati yang tulus , maka kebahagian itu akan datang bersama dengan cinta.
Tidak harus mempunyai teman banyak untuk mencari seorang sahabat sejati, cukup menjadi diri sendiri untuk menemukan dimana dia berada.
Tidak perlu merubah diri mu hanya untuk kecantikan yang fana, namun ubahlah hatimu yang mencerminkan kecantikan mu yang sesungguhnya.
Tuhan, Engkau menciptakan makhluk-Mu dengan setiap keistimewaan yang ada. Keistimewaan itu telah Kau rencanakan. Mereka berbeda. Kita berbeda.
Pernahkah kau mensyukuri setiap detik dalam hidup mu, bahwa kau telah diberikan keistimewaan.
Pernahkah kau bersyukur untuk setiap hembusan nafasmu.
Pernahkah kau bersyukur atas setiap detak jantung mu.
Pernahkah kau bersyukur atas jendela dunia yang Tuhan berikan kepadamu, sepasang mata, yang selalu melihat indah nya matahari terbit dan terbenam.
Peka kah kau terhadap sejuknya embun di pagi hari yang menyambut kulit mu dengan rasa yang menyegarkan.
Pernahkah kau bersyukur atas tranportasi yang tak dapat tergantikan oleh apapun, sepasang kaki, yang selalu menemani langkahmu kemanapun kau berjalan.
Pernahkan kau bersyukur atas sepasang tangan mu, yang setiap detik mu mambantu untuk meraih sesuatu.
Tuhan menciptakan semuanya dengan sepasang, agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan seimbang bahkan saling melengkapi.
Coba, bayangkan saja , bila kau hanya mempunyai 1 mata, 1 tangan, 1 kaki, bahkan 1 lubang hidung. Membayangkannya saja mungkin tak sanggup, apalagi merasakan.
Begitu juga dengan kita, Tuhan telah menciptakan semua makhluk nya secara berpasangan.
Bulan dengan bintang nya, langit dengan awan nya, siang dan malam, gelap dan terang, hitam dan putih, serta laki-laki dan perempuan.
Jangan pernah kau merasa sendiri di dunia ini, bukan karena kau tidak mempunyai pasangan, namun mungkin dia belum menemukan mu. Tulang rusuk mu, suatu saat kalian akan bertemu. Pasti !
Dan percayalah, bahwa ketika kau melihat matanya itulah dunia yang melengkapi mu. Itulah dunia mu yang sebagian menghilang, namun telah kau temukan kembali. Tangan itulah yang akan merangkul dan mendekap mu saat seluruh dunia berpaling dari mu. Tangan itu pula yang akan menyeka setiap tetes air mata yang terjatuh di pipi mu. Raga itulah yang akan membuat mu merasa nyaman dan hangat setiap kali kau berada dalam pelukannya. Bahu itu yang akan selalu ada saat kau membutuhkan tempat untuk bersandar. Mata itu yang selalu menenangkan mu. Dan kau akan sangat merasa nyaman setiap kali berada didekatnya. Kau tidak menyadari bahwa waktu akan berputar begitu cepat dengan berada disamping nya. Kau ingin selalu bersamanya. Kau ingin selalu ada untuknya.
Dan kau akan merasa bahwa hidup mu sudah lengkap setelah kedatangan nya. Kau merasa bahwa dia adalah orang kau cari selama ini. Dia mampu melengkapi mu. Dia mampu membuat hari-harimu lebih indah dari sebelumnya. Dia adalah warna yang kau cari selama ini. Dia adalah pelangi yang muncul setelah hujan. Dia adalah matahari yang selama ini tertutup oleh awan-awan. Dia dalah bintang yang selalu berada dihatimu. Dan sekarang dia hadir, saat ini , esok dan selamanya.
Dia adalah alasan kau mencarinya. Dia adalah alasan kau mencintainya. Karena dia, kau mampu tetap bertahan, untuk alasan apapun.
Dari nya aku belajar menjadi seorang pendengar yang baik. Darinya aku belajar memaafkan. Darinya aku belajar kesabaran. Darinya aku belajar sebuah kehidupan. Darinya aku belajar bagaimana cara aku mengerti orang lain. Dan darinya aku belajar satu kata yaitu “menyayangi”. Dia menyayangi ku seperti aku menyayanginya. Dia melindungiku seperti seorang ibu.
Namun aku tidak pernah belajar bagaimana cara aku melupakannya, karena dia tidak pernah mengajari ku. Aku tidak pernah belajar untuk menghapus nya dari hidupku. Namun aku tau dan aku belajar menahan sakit setelah kepergiannya. Aku belajar untuk tetap tersenyum, walau apapun yang aku rasakan, bahkan perih sekalipun. Karena aku tau dia akan dan selalu hidup dalam mimpi ku.
Terima kasih untuk bagian terindah dalam hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar